Tuesday, March 29, 2011

Catatan Haji : Men'duda'

Men'duda'? Nge'jomblo'? Nggak enak banget ya. Itulah yang dirasakan Mas Hari, juragan muda pemilik depot bakso yang terpaksa harus berangkat haji sendirian tanpa didampingi istri.

"Waduh, gak enak banget. Semua yang muda dan tua bergandengan ke Masjid, saya nggak ada yang digandeng nih!" kata Mas Hari.

"Memang kenapa istrinya nggak diajak Mas Hari?" tanya rekan jama'ah.

"Yah, uangnya baru cukup buat satu orang. Lagian istri masih ngurus balita. Pikir saya, berangkat dulu sendiri. Tapi sungguh mati ngiri banget lihat orang lain yang begitu nikmat beribadah berdua" ujar Mas Hari.

"Bener tu mas, kita disini beribadah menyempurnakan agama tetapi meninggalkan istri belum sempurna. Karena itu saya pilih menunda keberangkatan sampai uangnya cukup buat berdua." komentar seorang jama'ah lain yang sudah setengah baya.

"Iya. Anak saya balita juga saya titipkan mertua dulu. Kalau saya berangkat sendiri, nanti belum tentu punya biaya untuk berangkat lagi berdua. Mana mungkin istri saya berangkat sendiri?" Jama'ah lain menimpali.

Ustadz pembimbing menepuk nepuk pundak Mas Hari, "Ah, sudahlah. Ambil hikmahnya saja. Kalau tidak ada Mas Hari, tidak ada yang membantu urusan jama'ah, karena sibuk mengurusi istrinya sendiri-sendiri. Betul kan, Mas Hari?"

Mas Hari tersenyum mengangguk-angguk.

Jadilah Mas Hari yang 'ngejomblo' itu sibuk mengurusi segala keperluan rombongan membantu ustadz pembimbing. Mengurusi jama'ah yang sakit, mencari jama'ah yang tersesat, membantu mendorong jama'ah tua yang thawaf dan melempar jumrah, dan mengawal jama'ah janda tua.

Benar kata ustadz, untunglah ada Mas Hari yang tidak sibuk mengurusi istrinya.

Tapi inilah cita-cita Mas Hari, "Pokoknya sepulang dari haji ini, saya akan segera mendaftarkan istri dan saya buat berangkat lagi bagaimanapun caranya. Mudah-mudahan Allah mencukupkan rizqi."

"Amien ... Baarakallaahu fiik" koor jama'ah membahana.

Sepulang haji, jama'ah tetap melanjutkan tali persaudaraan melalui berbagai pertemuan dan kajian rutin. Pada pertemuan kesekian kalinya Mas Hari dengan sukacita menyediakan rumahnya sebagai tempat pertemuan. Mas Hari menyampaikan kabar gembira.

"Alhamdulillaah, atas do'a bapak dan ibu jama'ah, depot bakso kami mengalami peningkatan. Saya dan istri saya sudah mendaftar kembali untuk berangkat haji. Mudah-mudahan cita-cita kami segera terwujud dan saya tidak men'duda' lagi."

"Alhamdulillaaaaaaah!!!" koor jama'ah kembali membahana untuk Mas Hari.

No comments:

Post a Comment

LOGO IDI

LOGO IDI

LOGO PEMDA GRESIK

LOGO PEMDA GRESIK