Wednesday, December 29, 2010

Buat Sahabat Cantik

Seorang sahabatku yang cantik. Cantik yang kemilau. Seperti mentari pagi, selembut cahaya rembulan.

Memoriku bersama sang sahabat....
Ketika ia bercerita tentang bagian kisah hidup, dalam kilatan bening matanya yang mengambang. Suara lembut dari wajah yang berbalut kerudung. Ia cantik. Cantik yang kemilau.

Ia bertutur ..

'Aku selalu tidak mengerti kenapa Ibu memilih bercerai dari ayah.'

Aku tahu, sulit bagi seorang anak mencerna penjelasan dari ayah-ibu yang dicintainya bila mereka berpisah. Sulit dalam keterbatasan penalaran mereka, anak-anak itu.

Sahabat cantik kembali

'Aku ikut bersama ayah yang terus bekerja tiada henti. Ibu menikah lagi dan mempunyai anak. Aku punya saudara tiri.'

'Aku merawat ayah seperti aku mencintainya sepenuh hati. Bukan seperti cara ibuku pernah mencintainya'

'Beberapa kali aku harus berkunjung ke rumah ibu, yang besar, yang mewah, bersama seorang ayah lain. Saat mereka sekeluarga, ibuku yang cantik, suami barunya yang sipit, dan adik-adik baru itu menonton TV bersama-sama. Bergembiralah mereka duduk di sofa, riang tak terkira. Aku menempatkan diriku jauh di belakang bersama deretan para pembantu, tempat yang lebih nyaman buatku. Ada perih ... ada luka ... oh betapa gembiranya mereka berkumpul dan bercanda. Aku menerawang mencari bayangan ayahku yang sebenarnya.'

Hidungnya yang runcing bersuara sengau karena kepedihan yang ikut kurasakan.

'Sungguh aku harus tumbuh kuat sendiri tanpa mengharap berlebihan pada arti sebuah belaian kasih sayang'
 mungkin setetes air bening telah menodai jilbab panjangnya yang anggun.

Ya, sahabat. Engkau harus kuat berdiri sendiri menantang masa depan dan hidupmu yang indah.

Bertahun kemudian... bertahun-tahun ...

Aku menemukannya sahabatku yang cantik. Cantik yang kemilau. Seperti mentari pagi, selembut cahaya rembulan.

Ia tetaplah cantik, cantik yang kemilau. Ia tetaplah lembut, lembut seperti rembulan. Ia makin indah dan menawan seperti taman. Ia meraih kehidupan yang indah dan penuh impian.

Tapi... ada yang hilang ...
Rambut hitam menjuntai, lipstik merah, dan pipi yang merona...

Aku sungguh kehilangan,
kehilangan keanggunannya dulu di balik kerudung panjang .....

No comments:

Post a Comment

LOGO IDI

LOGO IDI

LOGO PEMDA GRESIK

LOGO PEMDA GRESIK